Di sebuah Sekolah Dasar sedang diterapkan sebuah mata pelajaran baru, yaitu PMWR alias Pelajaran Mengenal Wakil Rakyat. Kemudian si Guru memulainya dengan memberikan beberapa pertanyaan pada murid-muridnya.
Guru : 'Bupati dan Wakil Bupati, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati'
Murid: 'Bupati, Bu'
Guru : 'Gubernur dan Wakil Gubernur, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati'
Murid: 'Gubernur, Bu'
Guru : 'Presiden dan Wakil Presien, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati'
Murid: 'Presiden, Bu'
Guru : 'Rakyat dan Wakil Rakyat, manakah yang lebih tinggi dan harus dihormati'
Murid: 'Seharusnya sih Rakyat, Bu'
Guru : 'Kok, pakai seharusnya'
Murid: 'Karena sekarang malah terbalik Bu guru.'
Guru : 'Bagus, terus tanda supaya kita kenal sama Wakil Rakyat kita bagaimana'
Murid: 'Yang pasti mereka suka warna abu-abu.'
Guru : 'Betul, terus apalagi'
Murid: 'Suka konspirasi politik'
Guru : 'Demi apa'
Murid: 'Kepentingan, Bu'
Guru : 'Tepat sekali, sering muncul dimana mereka'
Murid: 'Di televisi, Bu'
Guru : 'Karena apa'
Murid: 'Karena skandal dan kasus, Bu'
Guru : 'Aduh, anak murid Ibu pinter-pinter, terus ciri Wakil Rakyat apalagi'
Murid: 'Pasti sering mendadak tajir, Bu'
Guru : 'Darimana, kok bisa gitu'
Murid: 'Diam-diam kan nyolong, Bu. Kalau nggak ya dapat hibah gono-gini gak jelas.'
Murid: 'Dari yang pengin diuntungkan.'
Guru : 'Terus kan Wakil Rakyat sering mengadakan sidang, berapa tahun sekali'
Murid: 'Setiap hari, Bu'
Guru : 'Kok bisa, alasannya'
Murid: 'Kan biar dapat tunjangan dan komisi rapat.'
Guru : 'Biasanya yang dibahas apa'
Murid: 'Nggak ada Bu, masuk telinga kiri keluar telinga kanan.'
Guru : 'Jadi Rakyat dengan Wakil Rakyat, yang mana bosnya'
Murid: 'Ya, semestinya Rakyat dong, Bu'
Guru : 'Kenapa semestinya'
Murid: 'Karena aneh, Bu'
Guru : 'Aneh kenapa'
Murid: 'Masak bos kekurangan beras di rumahnya, Bu Sedangkan Wakilnya malah asik impor beras. Nimbun juga bisa kali, Bu.'
Guru : 'Bagus-bagus, ternyata sebelum diajari kalian sudah banyak tahu tentang Wakil Rakyat ya.'
Murid: 'Iya dong Bu, kan sudah jadi bukan rahasia lagi. Rakyat sudah banyak yang tahu, Bu.'
Guru : 'Sudah banyak yang tahu mengapa asik ongkang-ongkang kaki di Parlemen'
Murid: 'Kan,nggak tahu malu, Bu.'

